Rabu, 14 Oktober 2015

1 tahun pun terlewati

Yaampun aku baru inget kalo aku punya blog. Sudah setahun tidak terakses sejak aku jadi siswi Madrasah dan sekarang aku sudah jadi mahasiswa. Ya, aku sekarang sudah mahasiswa, good reader (mesekipun aku tau gabakal ada yang membaca postingan ini). Tentu saja sudah banyak yang berubah.

Apa yang telah aku lakukan setahun ini? Hmm biar aku cek satu-satu.

Ma College
Yaaa aku sekarang duduk di bangku kuliah semester satu UB jurusan PWK.
Lho apatuh PWK?
Ya emang jarang sih yang tau kepanjangan jurusan ini. Kepanjangannya Perencanaan Wilayah dan Kota. Jadi ya nata-nata kota gitu. Alhamdulillah ya aku masuknya jalur SBMPTN, lumayan meringankan beban juga. Perjuangan di SBMPTN juga cukup menguras menurutku. Sudah banyak terjadi pertumpahan keringat dan air mata. So, i feel so lucky.
Tapi di sisi lain... sebenernya i love chemistry so much sedangkan aku gak menemuinya di jurusan ini. Hmm apa boleh buat aku harus tetap husnudzan sama keputusan Allah yakan? Allah tau yang terbaik dan aku pasti sukses selagi mengikuti jalanNya. Amin
Pelajarannya gimana dong lif?
Jadi menurutku lebih banyak ke sosialnya ya hehe. Mugkin ada keteknikannya tapi di semester ini aku masih belum menemui. Tapi yang jelas tidak ada fisika, kimia, dan biologi. Matematika pun cuma satu semester. Tapi tapi tapi, disini juga akan menekuni statistika lho. Jangan takut dan jadi momok ya. Semuanya bakal mudah kalau kita serius. Semangaat. Disini kalian juga akan belajar banyak aspek tentang ekonomi, sosial, dan budaya. Jadi seluruh bidang akan ditekuni secara merata.
Prospek kerja?
Prospeknya ya banyak juga kok. Apalagi sekarang jamannya pembangunan. Jurusan ini juga sangat diperlukan. Jangan khawatir gak dapet jatah. Kalo aku sih pinginnya kerja di instansi pemerintah atau konsultan perusahaan. Doakan sajalah. No Pain, No Gain!

Maboy
Eits tunggu. Sebenernya bukan bener-bener "ma" sih. Tapi yaa pasti tau deh hubungan jaman sekarang yakan. Sebenernya sudah lama... cuman masih belum terpost aja. Lagian malu ada yang baca. Sekarang sih gaperlu malu. Kan orangnya jauh... iya jauh :(
Yaampun LDR lif?
Yaa dibilang gitu juga bisa sih. Tapi nggak parah-parah juga LDRnya menurutku. Paling untung setahun ketemu dua kali. Atau paling buruk gak ketemu sama sekali. Nggak parah kan? Nggak parah selagi nggak kangen. Tapi ya jelas kangen... Jadi ya parah. Gakpapa lah ya. Namanya juga menuntut ilmu buat kesejahteraan bersama. Berkorban dikit boleh lah.
Oiya lif dia dimana?
Alhamdulillah dia di FTSL ITB sekarang. Doakan saja masuk ke teknik sipilnya. Sipil harga mati kata dia wkwk. Seperti yang kebanyakan orang tau bersekolah di ITB amat sangat penuh perjuangan. Aku yakin dia bakal bisa bertahan karena Allah sudah mentakdirkanya disana. Allah kan nggak akan mempersulit hambaNya :)
Wah gaasik dong LDR gitu...
Emang nggak asik sih. Pengen ada yang bisa ditemui minimal setiap minggu lah. Sekedar di'dadah'i meskipun cuma lewat, diajak makan bareng apalagi kalo ditraktir yha dan sebagainya... Belum lagi ditambah rasa khawatir dan ragu. Intinya saling berfikir positif ajalah lagian juga sama-sama sekolah. Aku akui memang sulit berada di posisi ini. Baru 2 bulan LDR kadang kadang sudah cekcok aja malemnya. Untungnya selalu ada support yang baik dari ma beloved friend Rafiqa Rahma. Selalu jadi penengah dan pendengar yang baik. Aku sangat bersyukur memiliki mereka.
Ga takut dia nggebet orang lif?
Hahaha takut ya jelas. Tapi hikmahnya apa? Berarti dia bukan yang terbaik kalau dia seperti itu. Kalau dia berusaha menjaga, aku akan berusaha menjaga juga. Kalau memang sudah mau pergi ya dilepaskan saja tidak apa-apa. Bukan berarti tidak serius, hanya ingin mempermudah diri sendiri. Kalau disana bahagia tanpa kita, kenapa harus merana.
Antisipasinya gimana lif biar gak kecolongan?
Laporan 1 kali 24 jam kayaknya perlu banget deh wkwk. Yang penting kita tau keadaan dia gimana setiap harinya. Nggak perlu kontakan tiap saat juga sih, cukup di waktu luang atau sebelum tidur. Ditambah lagi JANJI. Bukan janji untuk 'mencintaimu selama-lamanya' atau janji 'tidak akan meninggalkanmu'. Tetapi janji untuk selalu jujur. Jujur dan terbuka sangat diperlukan. Aku selalu mengingatkannya tentang janji tersebut, "kamu harus selalu jujur". Kalau dia bohong? Kemungkinannya memang ada tetapi menurutku nggak banyak. Janji adalah hutang, Kalau melanggar janji? ya dirasa sendiri akibatnya.
Setahun yang lalu
Ya intinya sepert itulah kehidupanku sekarang ini. Seiring berjalannya waktu aku akan terbiasa dengan semua ini. Wish me luck!

Thank You ! ^^

2 komentar:

  1. pengen nangis bacanya. entah aku yg lagi baper atau apa -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus

Silahkan tinggalkan komentar disini ^,^